Blitzkrieg (Serangan Kilat)

Blitzkrieg

Blitzkrieg barangkali adalah strategi perang dunia yang paling banyak dibicarakan dan ditulis dalam buku-buku sejarah. Kata blitzkrieg berasal dari dua kata Blitz yang berarti kilat, dan Krieg yang berarti perang. Kedua kata tersebut berasal dari bahasa Jerman. Konsep dari strategi blitzkrieg ini secara umum sampai dengan sekarang masih tetap diterapkan oleh dunia militer


Ide Blitzkrieg sebenarnya sangatlah sederhana. Mencari titik lemah musuh, dan jika sudah ketemu maka di tempat itulah sebuah serangan besar-besaran dengan kecepatan tinggi dilakukan. Jika sebuah garis pertahanan sudah mampu ditembus, maka pasukan bermotor itu akan mampu mengurung lawan dari belakang garis pertahanan sehingga membuat pasukan musuh tidak mempunyai pilihan lain selain menyerah.
Nama Guderian seringkali disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab dalam membentuk strategi ini. Namun ia tidak sendiri, seorang jenius lain bernama Erich Von Manstein bahkan mempunyai andil yang lebih besar lagi. Dua orang Jendral Jerman itulah yang mencetuskan (tentu saja dengan restu Jendral-Jendral lain seperti Von Bloomberg, Rundstedt, ataupun Von Leeb) ide kombinasi perang mekanik yang belum pernah ada sebelumnya.

Doktrin itu berfokus pada mobilitas pasukan yang ditunjang oleh infantri bermotor, tank, dan pesawat terbang sehingga dihasilkan sebuah perang yang dinamis. Pasukan diharapkan dapat menusuk jauh ke dalam pertahanan lawan dan menghancurkan garis lini pertahanan dari belakang, atau setidaknya memutus rantai suplai pasukan sehingga pasukan di garis depan akan terpencil. Pertempuran dinamis akan menghindarkan pasukan yang saling terpaku pada pertempuran statis di parit2 seperti yang pernah terjadi pada Perang Dunia pertama.
Blitzkrieg adalah sebuah cara bertempur yang sangat efektif. Dengan itu, Jerman dapat menghancurkan negara-negara di sekitarnya hanya dalam hitungan hari, bahkan minggu. Ratusan ribu pasukan lawan dihancurkan dengan kerugian yang sangat minim di sisi Jerman sendiri. Namun, benarkah mistis doktrin blitzkrieg itu memang tepat adanya? Apakah Jendral-jendral yang ada di balik Blitzkrieg seperti Von Manstein, Franz Halder, maupun Guderian benar-benar telah menciptakan sebuah perang mobile yang jenius?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, marilah kita tilik sebentar kondisi Jerman Pasca Perang Dunia Pertama atau yang waktu itu disebut sebagai The Great War. Di dalam Perjanjian Versailles, militer Jerman personelnya dibatasi hanya dalam jumlah 100,000 orang. Sebuah ukuran yang sangat kecil di Eropa waktu itu jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Karena itulah, militer Jerman mengembangkan sebuah strategi militer yang diharapkan dapat menutupi kekurangan jumlah personel itu.
Di dalam Perang Dunia Pertama, Jerman menggunakan metode Sturmtruppen dalam melakukan infiltrasi ke garis pertahanan lawan. Sturmtruppen (Pasukan kejut atau pasukan gerak cepat) terdiri dari pasukan infantri yang dilengkapi dengan persenjataan yang dirancang seringan mungkin untuk bergerak cepat menembus garis2 pertahanan musuh. Secara umum, peralatan Sturmtruppen terdiri dari senapan berbayonet, granat, senapan mesin ringan dan terkadang juga pelindung dada lapis baja. Keberhasilan Sturmtruppen tidak terlalu baik, namun setidaknya konsep pertempuran seperti itu akan terus digunakan Jerman di masa yang akan datang.
Selama periode interwar, Jerman mengalami krisis yang begitu memukul perekonomiannya. Pemerintah kala itu butuh sebuah taktik yang efisien dan mumpuni untuk menghantam ancaman musuh jika saja ada sebuah konflik yang pecah. Taktik itu haruslah hemat dan cepat dalam menghantam ancama luar musuh. Karena itulah lahir pasukan-pasukan gerak cepat dengan truk, kendaraan lapis baja, dan tank-tank ringan. Pasukan itu dapat bekerja dalam satuan-satuan kecil.
Ketika Hitler akhirnya memimpin Jerman di tahun 1933, ia mencoba untuk membangkitkan kembali militer Jerman yang selama masa interwar terbelenggu. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah buku Achtung Panzer yang ditulis oleh Heinz Guderian di tahun 1936. Buku itulah yang nantinya menjadi rujukan militer Jerman untuk mereformasi tubuhnya sehingga menghasilkan pasukan gerak cepat dengan skala yang lebih besar. Namun, sampai sejauh ini, istilah Blitzkrieg tidak pernah secara resmi disebutkan. Tidak di dalam buku Achtung Panzer, tidak juga di diktat-diktat pelatihan militer Jerman.
Jerman memang menerapkan taktik perang cepat dan mobil ketika melakukan penyerangan ke Polandia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Luxembourg, dan kemudian Perancis. Namun tak ada satupun serangan itu menggunakan istilah Blitzkrieg. Perwira tinggi Jerman seperti Kurt Student, Frans Halder, dan Johann Adolf Graf von Kielmansegg bahkan menolak bahwa Blitzkrieg merupakan sebuah konsep militer yang riil. Von Kielmansegg berargumen bahwa Blitzkrieg adalah sebuah kumpulan solusi dan keputusan militer dinamis di lapangan yang sangat tergantung pada perubahan situasi perang.

Blitzkrieg tidak pernah menjadi nama resmi taktik Jerman selama Perang Dunia ke 2, begitulah kesimpulan yang berhasil diambil oleh Karl-Heinz Frieser, seorang sejarawan militer Jerman. Ia menambahkan bahwa Blitzkrieg adalah kumpulan dari kemampuan militer Jerman dalam mengkombinasikan antara Teknologi terbaru dan taktik klasik yang mengutamakan pada mobilitas. Sehingga sebuah unit yang tepat dapat berada pada waktu yang tepat dimana ia dibutuhkan di medan pertempuran.
Jadi, apakah Blitzkrieg itu? Kita bisa mengatakan bahwa Blitzkrieg sebenarnya hanyalah taktik combined arms yang biasa ada di barat. Namun dengan sedikit racikan yang diolah oleh para Perwira Jerman kala itu untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Blitzkrieg juga mungkin ada karena media barat yang butuh untuk mendeskripsikan taktik Jerman yang super cepat dalam menguasai hampir dua per tiga Eropa. Sebuah taktik yang mempunyai nilai mistis bagi pembaca, namun sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak taktik yang sudah ada di dalam dunia militer.
Konsep Blitzkrieg
  1. Angkatan udara menyerang garis depan dan posisi samping musuh, jalan utama, bandar udara dan pusat komunikasi. Pada waktu yang bersamaan infantri menyerang seluruh garis pertahanan (atau setidaknya pada tempat-tempat penting) dan juga menyerang musuh. Cara ini akan mengendalikan musuh untuk mengetahui kekuatan utama yang akan menyerang mereka sehingga cara ini akan membuat pihak musuh kesulitan untuk membuat strategi pertahanan.
  2. Memusatkan unit-unit tank untuk menghancurkan garis-garis pertahanan utama sekaligus menusuk masuk tank-tank jauh kedalam wilayah musuh, sementara unit yang sudah di mekanisasi melakukan pengejaran dan pertempuran dengan pihak musuh yang bertahan sebelum mereka sempat membuat posisi pertahanan. Infantri turut serta bertempur dengan musuh agar pihak musuh tertipu dan menjaga kekuatan musuh untuk tidak menarik diri dari pertempuran agar nantinya menghindari pihak musuh untuk membentuk pertahanan yang efektif.
  3. Infantri dan unit pendukung lainnya menyerang sisi musuh (enemy flank) dalam rangka melengkapi hubungan dengan kelompok lainnya sekaligus mengepung musuh dan atau menguasai posisi strategis.
  4. Kelompok yang sudah dimekanisasi (seperti tank) mempelopori masuk lebih dalam ke wilayah musuh untuk mengepung posisi musuh dan memparalelkan dengan sisi musuh untuk mencegah penarikan pasukan dan pihak bertahan musuh untuk mendirikan posisi bertahan yang efektif.
  5. Pasukan utama bergabung dengan pasukan yang sudah mengepung posisi musuh untuk selanjutnya menghancurkan pertahanan musuh.
Dalam peperangan mekanis modern, prinsip-prinsip strategi Blitzkrieg masih dijalankan. Beberapa pertempuran seperti Operasi Desert Storm sangat kental akan unsur penggunaan strategi Blitzkrieg dan barangkali pertempuran-pertempuran modern di masa mendatang. Tank masih dan kemungkinan akan terus menjadi tulang punggung pasukan ke depan. Tentu saja, tank sendiri tidak bisa memenangkan perang, ia harus dikombinasikan dengan infantri, bahkan jika perlu kekuatan udara.

Source :
https://aninditablog.wordpress.com/2013/05/26/sekumpulan-strategi-militer-perang-dunia-2/
http://aninditasaktiaji.com/apa-itu-blitzkrieg/
wikipedia.com

Komentar

Postingan Populer