Tentara Ke-14,Tentara yang terlupakan (Forgotten Army)

TENTARA KE-14



Tentara Inggris keempat belas adalah pasukan multinasional yang terdiri dari unit - unit negara persemakmuran inggris selama perang dunia kedua. Unit ini banyak yang berasal dari Angkatan Darat India, Inggris, Negara - Negara barat, dan divisi dari Afrika Timur. Angkatan ini biasa disebut dengan "Tentara Yang Terlupakan" karena konstribusi nya saat kampanye Burma diabaikan oleh pers, mungkin karena informasinya tidak jelas dibandingkan pertempuran di teater eropa. Angkatan ini di komandani oleh Letnan Jendral William Slim.


Letjen William Slim sebagai komandan Tentara ke - 14



Angkatan ini dibentuk pada 1943 di India timur, dengan dibentuknya Komando Asia Timur pada akhir 1943. Angkatan ini dibentuk untuk melawan Jepang dalam upaya mengambil alih daerah Bihar,Odisha, dan Bengali. Tentara Ke-14 merupakan bagian dari British 11 th Army Group, mempunyai tanggung jawab dalam operasi operasi dalam melawan jerman.

Pada awal 1944, Sekutu mengalami kemajuan dalam kampanye burma, Jepang membalasnya dengan habis- habisan, berniat untuk menghancurkan sekutu di daerah basis mereka.

Langkah pertama Jepang adalah menyerang basis di Arakan dimana Korps ke XV maju sangat lambat di selatan. Setelah kemunduran sekutu, jepang menyerbu markas divisi India. Tetapi serangan tersebut dapat digagalkan oleh unit - unit sekutu yang telah terkepung dalam Battle Of Admin Box (Pertempuran Ngakyedauk).

Pasukan Sikh dari Divisi India ke 7 ,sedang melalukan observasi dari pos
pengamatan di daerah Ngakyedauk Pass, Arakan , Burma, Februari 1944


Serangan utama Jepang diluncurkan di pusat kota Assam, Sementara satu divisi jepang melaju ke Kohima berusaha untuk mengepung dan menghancurkan  Korps ke IV di Imphal. Sejak serangan jepang di Arakan gagal, pertempuran menjadi lebih sengit dengan memindahkan pasukan yang di Arakan ke Assam untuk membantu pasukan jepang lain dalam mengepung Assam. Sekutu juga merespon dengan memindahkan Korps ke XXXIII dari India Selatan, dimana meraka telah berlatih operasi amfibi untuk membebaskan garnisun di Kohima dan meneruskan untuk membantu membebaskan Imphal. Hasilnya Jepang mengalami kekalahan dengan menderita 85.000 korban, sebagian besar korbannya karena sakit terkena penyakit setelah persediaannya telah habis.

Pada tahun 1945, Operasi amfibi untuk merebut kembali Burma harus dibatalkan sekali lagi karena kekurangan sumber daya. Tentara ke - 14 menjadi tulang punggung dalam serangan ini, mereka telah dipindahkan ke Markas Allied Land Force,South East Asia (ALFSEA) yang terdiri dari Korps Ke IV dan Korps Ke XXXIII.

Jepang berusaha untuk mencegah serangan sekutu dengan menarik pasukannya  ke belakang sungai Irrawadi. Tentara Ke - 14 mengalami kemajuan, Korps ke IV yang didukung oleh unit lapis baja dan kendaraan bermotor menyeberangi hilir sungai menyerang guna merebut kembali pusat komunikasi di Meiktila yang sebelumnya didudugi oleh pasukan Jepang. Kemudian Korps Ke - XXXIII berhasil merebut Mandalay, hasil pertempuran Meiktila dan Mandalay kemudian disebut sebagai pertempuran Central Burma. Pertempuran ini hancurnya sebagian unit - unit Jepang di Burma.

Tentara Ke-14 melaju ke selatan dengan Korps ke XXXIII menyusuri sungai Irrawadi sedangkankan Korps ke IV menyusuri sungai Sittang yang dapat masuk 320 Km dalam Sebulan. Hal itu sangat penting untuk merebut kembali kota Rangoon (Ibukota dan Pelabuhan Utama Burma). Untuk merebut kembali Rangoon, Korps ke IV melaju 64 Km dari utara kota kemudian bertempur dengan barisan belakang Jepang, menyebabkan Jepang harus meninggalkan Kota Rangoon. Kota ini kemudian dapat direbut setelah pendaratan Amfibi dengan kode sandi "Operasi Dracula" pada 2 Mei 1945.

Tak lama setelah kejatuhan Rangoon, markas angkatan darat merasa lega karena terbebas dalam operasi di Burma. Kemudian Tentara ke-12 baru dibentuk dengan markas dari bekas markas korps ke XXXIII dan mengambil alih Korps ke IV. Kemudian markas Tentara ke-14 pindah ke Srilanka untuk merencanakan operasi merebut Malaya dan Singapura.

Jendral Slim kemudian dipromosikan menjadi Komandan Allied Land Forces South East Asia (ALF,SEA). lalu sebagai penggantinya diangkat Letjen. Miles Dempsey sebagai Komandan Tentara Ke-14.

Miles Dempsey (Kanan) dengan Montgomery (Tengah) dan Omar Bradley (Kiri)

Sebuah persiapan pendaratan di malaya dengan Operasi Zipper sedang dipersiapkan, namun jepang telah lebih dahulu menyerah karena kota Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh sekutu. Meski jepang menyerah operasi ini tetap berjalan guna mempercepat penerimaan penyerahan jepang dan menegakkan kekuasaan sekutu serta membebaskan tawanan perang sekutu. 

Kemudian Tentara ke-14 berubah menjadi Komando Malaya pada 1 November 1945.

Pada Periode yang berbeda Angkatan ini terdiri dari 4 Korps :
1) Korps ke IV
2) Korps ke XV
3) Korps ke XXXIII
4) Korps ke XXXIV

Sebanyak 13 Divisi berdinas dengan Angkatan ini :
1) Divisi Infanteri Ingrris ke 2
2) Divisi Infanteri India ke 5
3) Divisi Infanteri India ke 7
4) Divisi Infanteri Afrika Timur ke 11
5) Divisi Infanteri India ke 17
6) Divisi Infanteri India ke 19
7) Divisi Infanteri India ke 20
8) Divisi Infanteri India ke 23
9) Divisi Infanteri India ke 25
10) Divisi Infanteri India ke 26
11) Divisi Infanteri Inggris ke 36
12) Divisi Infanteri Afrika Barat ke 81
13) Divisi Infanteri Afrika Barat ke 82

Brigade lain yang juga turut berpatisipasi dalam kampanye Burma :
1) Brigade Parasut India ke 50
2) Brigade bermotor India ke 268
3) Brigade Lushai
4) Brigade Infanteri Afrika Barat ke 28

"Ketika anda pulang kerumah jangan khawatir untuk memberitahu kepada orang yang anda sayangi dan teman - teman anda tentang perjuangan anda sewaktu di Asia, tidak ada yang tau dimana anda berada dan atau apa yang ada lakukan, dan anda akan dikenang sebagai "Fogotten Army" (Tentara yang terlupakan" ~JENDRAL SLIM




Komentar

Entri Populer