They shall not pass (Mereka Tidak Boleh Lewat)

They shall not pass


Sebuah spanduk bertuliskan ¡No Pasaran! selama Pengepungan Madrid; 
foto ini diambil oleh jurnalis Uni Soviet Mikhail Koltsov



They Shall not pass (Mereka Tidak Boleh Lewat); dalam bahasa lain : Perancis : On ne passe pas; Spanyol : No Pasaran, merupakan adalah slogan yang digunakan untuk mengekspresikan tekad untuk mempertahankan posisi melawan musuh. "On ne passe ne" secara harfiah berarti "satupun tidak boleh lolos"; kata ini menjadi Ungkapan umum di Perancis untuk mengemukakan ekspresi.

Kata ini menjadi populer karena sering digunakan selama Pertempuran Verdun dalam Perang Dunia Pertama oleh Jenderal Perancis Robert Nivelle. Kemudian kata ini muncul di poster propaganda, misalanya pada Pertempuran Marne Kedua. Kemudian kata ini banyak diapdopsi di lencana seragam yang digunakan tentara Perancis yang berjaga di garis maginot. Kemudian kata ini juga digunakan Tentara Rumania dalam Pertempuran Mărăşeşti (Rumania : "Pe aici nu se trece"). 

Istilah itu juga digunakan selama Perang Saudara Spanyol, kali ini pada Pengepungan Madrid oleh Dolores Ibárruri Gómez, anggota Partai Komunis Spanyol pidatonya yang terkenal tentang "No Pasaran" pada 18 Juli 1936. Kemudian setelah Kota Madrid berhasil direbut oleh pasukan nasionalis yang dipimpin oleh Jendral Francisco Franco merespon slogan tersebut dengan "Hemos Pasado" (Kami Telah Lewat).

"¡No pasarán!" juga digunakan oleh Anti-Fascista Inggris pada bulan Oktober 1936 pada Bentrokan di jalan Cable. jika terdapat slogan ini biasanya diikuti dengan slogan yang dibuat oleh orang - orang fasis "nosotros pasaremos" (Kita Akan Melewatinya) untuk menunjukkan bahwa fasis juga akan mendapatkan kekuasaan.


Pada 1980-an, slogan ¡no Pasaran! juga digunakan dalam perang saudara di Amerika Tengah, terutama di Nikaragua. no pasaran nikaragua juga menjadi judul sebuah film dokumenter 1984 oleh David Bradbury tentang peristiwa di Nikaragua yang menyebabkan penggulingan diktator. Somoza.


Komentar

Entri Populer